MANADO,SULUTONE.COM – Sebanyak 55 mahasiswa baru Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB) tahun akademik 2026-2027.
Pelaksanaan PK2MB hari pertama turut dipantau langsung Plt Rektor Unsrat Manado Prof. Jamaluddin Jompa saat berkunjung ke Fakultas Peternakan, Kamis (13/8).
Didampingi Dekan Fapet Unsrat Dr. Stanly Lombogia, Plt Rektor menyapa sekaligus memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru yang akan memulai perjalanan akademik di Kampus Coklat tersebut.
Dekan Fapet Unsrat Dr. Stanly Lombogia mengatakan, seluruh pimpinan dan sivitas akademika menyambut dengan penuh sukacita kehadiran mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di tiga jurusan, yakni Sosial Ekonomi, Produksi Ternak, serta Nutrisi dan Makanan Ternak.
“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika, saya mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi,” kata Lombogia.
Ia mengatakan, para mahasiswa baru merupakan orang-orang terpilih yang telah melewati persaingan untuk mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Unsrat.
Namun, status sebagai mahasiswa juga membawa tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan ketika masih berada di bangku sekolah.
“Kalian dituntut untuk berpikir lebih kritis, mandiri, dan memiliki kedewasaan dalam bertindak,” ujarnya.
Lombogia menegaskan, Fapet Unsrat berkomitmen menjadikan mutu dan kualitas pendidikan sebagai prioritas utama.
Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki karakter kuat dan integritas.
“Kami tidak hanya ingin mencetak sarjana yang pintar secara teori, tetapi juga lulusan yang memiliki karakter kuat, berintegritas serta siap menjadi pelopor kemajuan industri peternakan dan ketahanan pangan nasional di masa depan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa kehidupan perguruan tinggi memiliki sistem dan tantangan yang berbeda dengan sekolah. Karena itu, proses PK2MB harus dimanfaatkan untuk mengenal sekaligus beradaptasi dengan lingkungan akademik.
Lombogia meminta mahasiswa mempelajari sistem perkuliahan, memanfaatkan fasilitas laboratorium, aktif berdiskusi dengan dosen serta menaati seluruh ketentuan yang berlaku.
“Gunakan waktu kuliah ini dengan sebaik-baiknya. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang sekadar datang ke kampus lalu pulang,” terangnya.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga didorong aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Menurut Lombogia, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama dan pemecahan masalah.
“Aktiflah di organisasi kemahasiswaan untuk mengasah soft skills kalian, seperti kemampuan memimpin, bekerja sama dan memecahkan masalah,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik antara mahasiswa baru, dosen dan mahasiswa senior selama menjalani proses pendidikan.
Dalam pelaksanaan PK2MB, Lombogia secara tegas mengingatkan agar kegiatan pengenalan kampus berlangsung secara edukatif dan tidak diwarnai kekerasan maupun perpeloncoan.
“Jadikan PK2MB ini sebagai momentum yang edukatif, inspiratif dan humanis, tanpa ada unsur kekerasan atau perpeloncoan yang tidak mendidik,” tegasnya.
Ia berharap mahasiswa baru dapat memulai kehidupan akademik dengan semangat dan tekad untuk menyelesaikan pendidikan dengan prestasi terbaik.
“Tanamkan tekad di dalam diri kalian bahwa kalian masuk ke kampus ini untuk belajar dan kalian akan keluar dari sini sebagai pemenang yang siap membangun bangsa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan